Wow! 5 Ikon di Bandung Barat Ini Ternyata Sudah Mendunia

- 20 September 2020, 08:00 WIB
Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat /SEPTIAN (BERITA KBB)

BERITA KBB - Disadari atau tidak, sedikitnya ada lima ikon di Kabupaten Bandung Barat yang sudah mendunia. Banyak yang mengira, kelima hal ini ada di Kota Bandung. Padahal sebenarnya, ada di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Kecamatan Lembang di dataran tinggi kawasan Bandung utara.  Berikut ini 5 ikon KBB yang mendunia itu.

1. Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha adalah tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia dan disebut-sebut sebagai observatorium terbesar di Asia Tenggara. Letaknya berada di Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, sekitar 15 km di utara Kota Bandung. Nama Bosscha diambil dari pria berkebangsaan Belanda, yakni Karel Albert Rudolf Bosscha, juragan teh di Perkebunan Malabar yang mencintai astronomi.

Dibangun sejak tahun 1923, Observatorium Bosscha hingga kini masih berfungsi dengan baik. Fokus pengamatan yang dilakukan di sana yaitu sejumlah bintang di belahan langit bagian selatan. Pada Juni 2011, observatorium ini digunakan oleh dua astronom asal Amerika Serikat, yakni Mark Bullock dari Southwest Research Institute, Colorado dan John Stansberry dari Steward Observatory untuk melakukan pengamatan okultasi Pluto. Sayangnya, pengamatan tersebut terkendala cuaca.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 7 Fakta Unik Kabupaten Bandung Barat

Observatorium Bosscha memiliki teleskop besar refraktor ganda Zeiss 60 cm yang menjadi bagian penting dari tempat ini. Panjang teleskop yaitu 10,7 meter, beratnya 17 ton. Teleskop dengan diameter lensa 60 cm itu bisa memperbesar penampakan benda langit hingga 10.000 kali lipat. Lensa besar di salah satu ujung berfungsi untuk mengumpulkan cahaya, dan dua lensa kecil di ujung lainnya digunakan untuk mengamati bintang.

2. Gunung Tangkubanparahu

Secara administratif, Gunung Tangkubanparahu berada di wilayah Kabupaten Subang. Namun akses masuknya berada di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sebagian besar pengunjung juga datang dari arah Bandung melalui Lembang.

Gunung berapi dengan ketinggian 2.084 meter ini terakhir kali mengeluarkan letusan freatik pada Juli 2019 lalu. Akibat aktivitas tersebut, Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu sempat ditutup selama tiga bulan.

Saat ini TWA Tangkubanparahu yang terkenal dengan legenda Sangkuriang ini dikelola oleh PT Graha Rani Putra Persada. Hingga kini, objek wisata ini masih menjadi destinasi favorit di Jawa Barat yang kerap dikunjungi para wisatawan lokal, domestik, hingga mancanegara.

Halaman:

Editor: Cecep Wijaya Sari


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X