Bharada E: Ferdy Sambo Ikut Menembak Brigadir J

- 4 Desember 2022, 23:09 WIB
Bharada E: Ferdy Sambo Ikut Menembak Brigadir J
Bharada E: Ferdy Sambo Ikut Menembak Brigadir J /Instagram @eliezer_lumiu/
 
BERITA KBB - Richard Eliezer alias Bharada E menyebut Ferdy Sambo ikut menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J
 
Eks Kadiv Propam itu menembak saat Brigadir J sedang meregang nyawa karena tembakan Bharada E sebelumnya.
 
Hal tersebut diungkap oleh Bharada E sebagai saksi dalam sidang Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu 30 November 2022.
 
 
Awalnya, Bharada E menjelaskan peristiwa di rumah Duren Tiga, saat itu ada dirinya, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, Ricky Rizal dan Brigadir J
 
Sebelum Ferdy Sambo datang, Bharada E berada di lantai dua untuk berdoa agar perintah tembak Brigadir J tidak terjadi. 
 
Tak lama berselang, Sambo tiba di Duren Tiga dengan tangan kanan sudah bersarung hitam.
 
 
“Ada suara pak FS di bawah, saya turun ke bawah, sampai di ujung tangga pak FS sudah bersarung tangan warna hitam. Dia tanya ke saya ‘kau sudah isi senjata?’ Siap pak belum, ‘kamu isi’ maksudnya kokang,” ujar Bharada E
 
“Saya kokang senjata dan taruh lagi ke pinggang. Saya ke arah meja. Langsung bang Yos masuk baru Kuat dan Ricky di belakangnya,” imbuhnya.
 
“Pas (Yosua) masuk pak FS lihat dan langsung bilang ‘sini kamu’ dipegang lehernya ‘berlutut kamu’ didorong ‘berlutut’ kau di situ’, ‘wey berlutut’, terus lihat ke saya ‘wey kau tembak, tembak cepat’ langsung saya tembak,” ujar Bharada E.
 
“Saudara menembak Yosua dalam jarak berapa?” tanya Hakim.
 
“Dua meter yang mulia,” ujar Bharada E.
 
“Bagaimana cara anda menembak?”
 
“Saya keluarkan senjata, sempat tutup mata,” kata Bharada E.
 
“Posisi korban?”
 
 
“Korban saat itu hanya bilang ‘ih ada apa pak, kenapa pak? Ada apa pak’ jadi posisi dia gak jongkok cuma agak menurun saja Yang Mulia,” ujar Bharada E.
 
“Baru saya menembak,” ujarnya.
 
“Berapa kali anda menembak?”
 
“3 sampai 4 kali Yang Mulia,” ungkap Bharada E.
 
Saat itulah, tembakan Bharada E membuat Brigadir J tumbang dengan posisi telungkup dan meregang nyawa.
 
“Hanya mengerang saja dan jatuh di samping tangga.”
 
“Kemudian?”
 
“Pas almarhum jatuh, pak FS langsung maju, saya lihat beliau langsung kokang senjata dia sempat nembak ke arah almarhum,” ujar Bharada E.
 
“Berapa kali FS nembak?”
 
“Saya tidak ingat Yang Mulia,” ujar Bharda E.
 
“Bagaimana cara saudara FS menembak?”
 
“(Yosua) sudah jatuh tengkurep, dia maju ke depan, kokang senjata, langsung tembak dengan dua tangan, posisinya berdiri,” ujar Bharada E.
 
Setelah Sambo menembak, Bharada E mengaku sudah tidak mendengar suara Brigadir J meregang nyawa.
 
“Saat saudara FS menembak masih ada suara lagi?”
 
“Sudah tidak ada,” ujarnya.
 
“Setelah itu bagaimana ceritanya?”
 
“Baru pak FS jongkok, menembak ke arah tangga banyak kali. Dia sempat berhenti dan ada jeda, baru tembak lagi ke atas tv menggunakan HS.”
 
“Waktu dia nembak Yosua pakai senjata apa?”
 
“Glock Yang Mulia, tapi tidak ada sampai sekarang glock itu di mana,” ujar Bharada E.
 
“Baru dia kokang senjata dan menembak ke atas tv itu sudah HS,” sambungnya.
 
“Dia ambil senjata dari mana?”
 
“Antara kantong atau pinggang saya sudah gak yakin,” kata Bharada E.
 
“Saudara yakin FS pakai glock?”
 
“Yakin yang mulia.”
 
“Setelah dia (FS) menembak ke arah tv, dia jalan ke arah almarhum, dia sempat memegangkan senjata itu ke tangan almarhum,” ujar Bharada E.***

Editor: Miradin Syahbana Rizky


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x