Pledoi Putri Candrawathi: Saya Dianiaya, Diperkosa Hingga Anak Saya Mendapatkan Ancaman Dibunuh Yosua

- 26 Januari 2023, 07:48 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi (tengah), dengan pengawalan petugas bersiap mengikuti sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2023.
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi (tengah), dengan pengawalan petugas bersiap mengikuti sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2023. /Antara Foto/Aprillio Akbar/
 
 
BERITA KBB - Terdakwa Putri Candrawathi kembali menegaskan bahwa dirinya korban kekerasan seksual Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 
 
Selain diperkosa dan dianiaya, istri Ferdy Sambo itu juga mengklaim dirinya mendapat ancaman dari Yosua bahwa anaknya akan dibunuh.
 
Hal itu ia sampaikan saat membacakan nota pembelaan atau pledoi pribadinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu 25 Januari 2023.
 
 
Awalnya, Putri menjelaskan kekerasan seksual oleh Yosua yang terjadi setelah perayaan hari ulang tahun pernikahan Putri dan Sambo ke-22 pada Kamis, 7 Juli 2022 di Magelang, Jawa Tengah.
 
“Saya mengalami sebuah kejadian yang sangat menyakitkan. Peristiwa yang menimbulkan luka mendalam hingga saat ini. Kebahagiaan kami direnggut dan dicampakkan. Harga diri kami diinjak - injak, saya membeku,” ujar Putri.
 
Putri mengaku tak pernah terbesit sedikit pun akan terjadinya peristiwa yang berdampak buruk pada keluarganya itu.
 
“Yang lebih sulit saya terima, pelakunya adalah orang yang kami percaya, orang yang kami tempatkan sebagai bagian dari keluarga dan bahkan kami anggap anak, seperti halnya seluruh anggota pribadi suami saya lainnya,” ujar dia.
 
Ia juga tak percaya kekerasan seksual itu terjadi pada hari bahagianya bersama Ferdy Sambo.
 
 
“Yosua melakukan perbuatan keji. Dia memperkosa, menganiaya saya. Dia mengancam akan membunuh saya jika ada orang lain yang mengetahui apa yang ia lakukan. Dia mengancam membunuh anak-anak yang saya cintai. Yang Mulia, saya takut. Sangat ketakutan saat itu. Saya sangat menderita dan menanggung malu berkepanjangan. Bukan hanya saya, tetapi juga seluruh anggota keluarga kami,” ujar Putri sambil menangis.
 
Dalam goncangan jiwa yang berusaha ia pendam dengan segala tenaga yang tersisa, Putri memutuskan segera kembali ke Jakarta pada Jumat, 8 Juli 2022.
 
Sepanjang perjalanan, ia mengaku beristirahat dan tidur sembari tetap berusaha menguatkan hati untuk memberanikan diri menceritakan apa yang terjadi pada orang yang paling Putri percayai, yakni suaminya, Ferdy Sambo.
 
“Sebagai seorang istri, kepada siapa lagi saya harus menceritakan kepedihan ini kalau tidak pada suami? Seorang yang paling saya cintai dan pelindung bagi keluarga kami,” ujarnya.***

Editor: Siti Mujiati

Sumber: Berbagai Sumber


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x