Batang Hidung Epy Kusnandar Tak Nampak di Konferensi Pers Kasus Narkoba, Ada Apa Gerangan? Begini Kata Polisi

- 18 Mei 2024, 00:00 WIB
Artis Epy Kusnandar digiring ke ruang pemeriksaan kesehatan Polres Metro Jakarta Barat
Artis Epy Kusnandar digiring ke ruang pemeriksaan kesehatan Polres Metro Jakarta Barat /Foto: ANTARA/

Berita KBB - Epy Kusnandar tak terlihat dalam jumpa pers yang diadakan Polres Metro Jakarta Barat untuk mengungkap kasus penyalahgunaan ganja yang melibatkan dirinya bersama Yogi Gamblez, Jumat 17 Mei 2024.

Pada jumpa pers kasus penyalahgunaan ganja ini, hanya Yogi Gamblez yang ditampilkan berseragam tahanan. Sosok Kang Mus dalam serial Preman Pensiun itu tidak hadir.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kompol M. Syahduddi memberikan penjelasan atas ketidakhadiran Epy Kusnandar. Ia mengklarifikasi, Kang Mus mengalami depresi dengan tensi 230 per 91.

"Atas kondisi tersebut, Penyidik berkoordinasi dengan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), untuk membawa yang bersangkutan (epy Kusnandar) ke rumah sakit tersebut untuk dilakukan perawatan," ujar Syahduddi, dikutip Berita KBB dari PMJ News pada Jumat.

Dirinya mengatakan, alasan Epy Kusnandar mengajukan asesmen terpadu ke BNN karena dirinya dinyatakan positif mengonsumsi ganja. Namun saat ditangkap tidak ditemukan bukti.

Tak hanya itu, lanjut Syahduddi, Epy Kusnandar sendiri memiliki riwayat sakit dan kesehatan yang buruk sehingga saat ini dirawat di RSKO Fatmawati.

"Sejak 2 hari yang lalu, saudara EK kita bawa ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat di Fatmawati. Kita putuskan sepakat berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku terhadap saudara EK kita lakukan rehabilitasi," jelasnya.

Ditambahkannya, Direktur Utama RSKO Jakarta merekomendasikan bahwa Epy Kusnandar tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk hadir dalam jumpa pers. Sehingga pihaknya memutuskan untuk membiarkan Kang Mus dirawat dengan pertimbangan kemanusiaan.

Terkait Epy Kusnandar yang ditetapkan sebagai tersangka, polisi menjeratnya dengan Pasal 127 ayat 1 huruf A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika Golongan I, dan wajib direhabilitasi atau menjalani hukuman maksimal 4 tahun penjara.***

Editor: Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah