Dukung Program Efektif Peningkatan Kemampuan Angkatan Laut Indonesia, Len Modernisasi KRI Usman Harun

- 29 November 2021, 19:46 WIB
/Len/

BERITA KBB - KRI 359 Usman Harun sudah berusia lebih dari 15 tahun dan masih dalam kondisi sangat baik, namun combat system-nya sudah usang dan harus di-upgrade agar dapat meningkatkan kemampuan operasinya.

Combat system adalah brainware dari sebuah kapal perang. Keselarasan fungsi dan kendali antara sistem sensor dan sistem senjata di kapal perang merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan operasi di kapal perang. Peran sentral inilah yang diemban oleh sebuah combat system.

Untuk itulah, Kementerian Pertahanan RI dalam melakukan modernisasi KRI Usman Harun (359) Multi Role Light Fregat (MRLF) Bung Tomo Class mempercayakan kepada PT Len Industri (Persero) berkerjasama dengan Thales. Penandatanganan kontrak sendiri antara Len Industri dan Thales dilakukan pada 10 Maret 2020.

Baca Juga: Profil dan Biodata Reza Wibawa Ada Umur, Hobi, Pangkat, IG Viral Perwira TNI Miliki Suara Bagus

Dalam ruang lingkup modernisasi MLM (Mid Life Modernization), Len dan Thales akan memasang Combat Management System, radar pengawasan udara dan permukaan, radar kendali, dan sistem kontrol penembakan elektro-optik (eo), hingga tactical multi-purpose R-ESM system.

Direktur Bisnis dan Kerjasama Len, Wahyu Sofiadi menjelaskan, “Len memiliki tujuan untuk selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keunggulan TNI dalam menjaga kedaulatan Negara. Program kerjasama modernisasi ini akan memberikan kontribusi besar pada kemandirian industri pertahanan Indonesia.”

Tanpa harus membangun kapal perang dari awal, setelah proses modernisasi tersebut kecanggihan KRI Usman-Harun akan selevel dengan kapal Frigat kelas Martadinata yang baru. Sehingga dapat memperpanjang usia beroperasinya kapal perang serta meningkatkan kemampuan TNI AL dengan biaya lebih efektif.

Baca Juga: Rayakan HUT TNI ke-76 dan 1 Tahun PTI, 500 Disabilitas Kota Bandung Menjalani Vaksinasi Covid-19

“Dalam pekerjaan ini Len sebagai main contractor-nya. Karena pengalaman Len sebagai mission system integration lebih cocok ketimbang Thales atau principal lain yang fokus hanya sebagai sub-system integrator (combat system, navigation system, communication system),” imbuhnya.

Len sebagai industri dalam negeri akan menjadi owner atas semua detail teknis KRI Usman Harun setelah modernisasi. Hal ini akan memudahkan jika kedepannya, dilakukan pembaruan teknologi, dalam arti Len bisa melakukan integrasi teknologi baru tanpa harus melakukan kontrak dengan principal lain. Hal ini akan memberikan efisiensi waktu dan biaya untuk TNI AL.

Halaman:

Editor: Ade Bayu Indra


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah