5 Alasan Orang Sulit Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf. Ini Faktanya

- 6 Maret 2023, 20:39 WIB
5 Alasan Orang Sulit Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf. Ini Faktanya
5 Alasan Orang Sulit Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf. Ini Faktanya /

BERITA KBB – Mengakui kesalahan memang terdengar mudah untuk dilakukan. Tapi, pada kenyataannya mengakui kesalahan dan meminta maaf menjadi salah satu sikap yang paling sulit dilakukan oleh banyak orang.

Enggan mengakui kesalahan dan meminta maaf memang bukan kebiasaan baik, dan butuh kemauan serta usaha dari individu untuk melatih dirinya sendiri. Tidak ada kata terlambat untuk akui kesalahan dan minta maaf.

Meski ada risiko pihak terkait enggan menerima permintaan maaf kita, namun akan selalu ada hal baik yang datang menghampiri kita, setidaknya kita menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak hidup dalam kesalahan ataupun penyesalan di masa depan.

Baca Juga: List Karakter Utama Detective Conan Movie Black Iron Submarine yang Rilis 14 April, Tokoh Ini Jadi Saingan

1. Mengancam Harga Diri

Meminta maaf bagi sebagian orang yang tak terbiasa legawa dengan mengakui kesalahannya karena bisa mengancam harga diri pribadinya. Orang tipe ini susah meminta maaf karena hal tersebut bertentangan dengan karakter atau kepribadian dirinya. Kemudian juga orang dengan tipe ini punya pemikiran jika mereka melakukan kesalahan berarti mereka jahat, jika lalai berarti mereka tidak peduli, jika salah berarti mereka bodoh.

2. Merasa Malu

Umumnya rasa bersalah membuat seseorang merasa tak enak atas kekeliruan yang telah dilakukannya, namun tidak demikian dengan orang yang susah legawa. Mereka justru merasa tak nyaman setelah merasa malu karena terpaksa meminta maaf. Rasa malu ini bahkan bisa membuat orang dengan tipe ini merasa diri mereka buruk. Lebih jauh, mereka yang terpaksa minta maaf bisa mengalami krisis identitas.

3. Takut menanggung kesalahan orang lain.

Beberapa orang merasa, dengan meminta maaf, seseorang otomatis menanggung tanggung jawab atas suatu persoalan. Dengan pemikiran tersebut, mereka juga merasa jika kesalahan pihak lain turut mereka tanggung. Misalkan saat berdebat dengan pasangan. Orang yang punya pemikiran seperti ini merasa pasangannya tidak merasa bersalah sama sekali. Padahal, dalam setiap permasalahan, umumnya ada andil pihak lain. Dengan kata lain. jarang ada kesalahan tunggal.

Baca Juga: Jadwal Bola Hari Ini Tanggal 7,8,9 Maret 2023, Ada Persib vs Persik Dan Chelsea vs Borussia Dortmund

4. Takut kesalahan lain jadi terungkap.

Beberapa orang beranggapan minta maaf menjadi kesempatan untuk meredakan konflik interpersonal. Namun, ada juga yang merasa meminta maaf hanya menjadi pintu pembuka bagi tuduhan dan konflik lainnya. Dengan meminta maaf, mereka khawatir orang lain punya kesempatan untuk mengungkit semua kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya. Sehingga, mereka enggan meminta maaf daripada menanggung risiko kesalahan lama yang ia lakukan akan ikut diperhitungkan.

5. Khawatir pertahanan psikologis jebol.

Beberapa orang yang ogah minta maaf, biasanya cenderung nyaman meluapkan emosinya dengan rasa marah, mudah tersinggung, atau jaga jarak. Emosi tersebut merupakan luapan rasa takut atau khawatir pertahanan psikologisnya hancur. Saat sudah hancur, mereka tidak berdaya untuk melindungi diri dari rasa sedih dan putus asa yang mendalam.

Itulah beberapa alasan kenapa orang enggan mengakui kesalahan. Meski ada risiko pihak terkait enggan menerima permintaan maaf kita, namun akan selalu ada hal baik yang datang menghampiri kita, setidaknya kita menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak hidup dalam kesalahan ataupun penyesalan di masa depan.***

Editor: Miradin Syahbana Rizky


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah