Biaya Haji Tahun 2024 Selisih Rp3,4 Juta dari BPIH Tahun Lalu, Jamaah Dapat Tambahan Jatah Makan

- 24 November 2023, 13:12 WIB
Biaya Haji Tahun 2024 Selisih Rp3,4 Juta dari BPIH Tahun Lalu, Jamaah Dapat Tambahan Jatah Makan
Biaya Haji Tahun 2024 Selisih Rp3,4 Juta dari BPIH Tahun Lalu, Jamaah Dapat Tambahan Jatah Makan /Pexels.com / Haydan As-soendawy/
 
 
 
Berita KBB - Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mengumumkan biaya haji tahun 2024 yang akan diusulkan kepada Menteri Agama dan Presiden.
 
Dilansir laman Kementerian Agama RI, Panja BPIH yang beranggotakan Tim Komisi VIII DPR RI dan Kemenag menyepakati bahwa usulan biaya haji tahun 2024 ditetapkan sebesar Rp93,4 juta.
 
Meskipun begitu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan, pihaknya belum menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang akan dibebankan pada jemaah.
 
 
“Jadi berapa biaya haji yang dibayar jamaah (Bipih, red), belum ditetapkan. Kita menunggu seberapa besar BPKH akan menyiapkan alokasi anggaran Nilai Manfaat. Sebab, biaya yang ditanggung jamaah sangat tergantung juga pada Nilai Manfaat yang dialokasikan BPKH,” ujar Hilman di Jakarta, Kamis 23 November 2023.
 
Usulan biaya haji sebesar Rp93,4 dari Panja BPIH ini akan dibawa ke Raker DPR RI dengan Menteri Agama, di mana akan membahas komposisi BPIH, berapa jumlah yang bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan berapa yang berasal dari Nilai Manfaat.
 
Sebelumnya, diketahui biaya haji tahun 2024 yang diusulkan Kemenag RI untuk rapat Panja adalah sebesar Rp105 juta. Jumlah tersebut kemudian dipangkas menjadi Rp93,4 juta karena adanya penyesuaian terhadap beberapa komponen pembiayaan.
 
Misalnya, ongkos penerbangan pada usulan awal rerata Rp36,018 juta, setelah dibahas bersama dalam Panja biayanya bisa ditekan menjadi Rp33,427 juta.
 
Kemudian komponen akomodasi di Mekah, dari usulan awal SAR 4.653,00 menjadi SAR 4.230,00. Sementara akomodasi di Madinah, ada penyesuaian dari usulan awal SAR 1.454,00 menjadi SAR 1.325.
 
“Penyesuaian biaya juga bisa dilakukan pada konsumsi jemaah yang awalnya di harga SAR 18,50 turun menjadi SAR 16,50 untuk makan siang dan malam, serta SAR 10,00 untuk sarapan,” jelas Hilman.
 
 
Faktor paling berpengaruh dalam penyesuaian biaya haji ini adalah kurs dolar dan riyal, yang mana terdapat pengurangan nilai kurs dolar dari Rp16.000 menjadi Rp15.600. Sedangkan kurs Riyal Saudi yang awalnya diusulkan Rp4.266,67 menjadi Rp4.160.
 
Hilman juga mengatakan, bila BPIH atau biaya haji tahun 2024 disepakati sebesar Rp93,4 juta, maka terdapat selisih biaya Rp3,4 juta lebih besar bila dibandingkan dengan BPIH 2023 yang besarannya Rp90 juta.
 
Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan biaya haji tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertama, adanya kenaikan ongkos penerbangan dari awalnya Rp32,743 juta menjadi Rp33,427 juta.
 
Kedua, penambahan layanan makan di Makkah menjadi 84 kali makan untuk ibadah haji tahun depan. Pada tahun 2023 ada pemberhentian sementara layanan konsumsi pada sehari sebelum puncak haji dan dua hari setelah puncak haji.
 
Ketiga,kurs Dolar dan Riyal yang disepakati pada tahun 2023 sebesar Rp15.150 dan Rp4.040. Sementara hasil pembahasan Panja BPIH 2024, disepakati kurs Dolar sebesar Rp15.600 dan kurs Riyal sebesar Rp4.160.
 
“Ada juga kenaikan biaya premi asuransi. Pada 2023, premi asuransi sebesar Rp125.000 per jemaah. Tahun 2024, hasil kesepakatan Panja BPIH menjadi Rp175.000 setiap jemaah,” pungkas Hilman.***
 

Editor: Siti Mujiati

Sumber: Kemenag RI


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah