Wapres Ma'ruf Amin Serahkan Santunan Akibat Kecelakan Kerja

- 19 Mei 2022, 23:45 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam penyerahan santunan kepada lima ahli waris pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di kantor Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) “Meohai” Kementerian Sosial, kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/5/2022).
Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam penyerahan santunan kepada lima ahli waris pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di kantor Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) “Meohai” Kementerian Sosial, kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/5/2022). /Humas Kemnaker/

BERITA KBB - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kembali mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam penyerahan santunan kepada lima ahli waris pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di kantor Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) “Meohai” Kementerian Sosial, kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/5/2022).

Bantuan yang diberikan berupa santunan meninggal dunia, biaya transportasi, pemakaman, dan beasiswa bagi dua orang anak.

Kelima pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja tersebut yakni Erwin Kadir (PT ASDP Indonesia Ferry) menerima santuan meninggal dunia kecelakaan kerja sebesar Rp357juta. Kedua anaknya menerima beasiswa hingga tingkat perguruan tinggi Ibra Renaldi (Rp69juta) dan Raysha Widy Zifayrah (Rp78juta).

Baca Juga: 530 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan dari Unisba

Pekerja kedua, Lukman (PT Fajar Lestari) senilai Rp154juta. Ahli warisnya menerima beasiswa Muhammad Zulfikar menerima beasiswa sampai Perguruan Tinggi sebesar Rp82,5juta. Ketiga, Diki Zulkarnain (PT OSS) menerima santunan meninggal dunia kecelakaan kerja sebesar Rp147,9juta.

Keempat, Pupu Bayu (PT. Pinus Merah Abadi) mendapt santunan meninggal dunia kecelakaan kerja sebesar Rp154,8juta. Kelima, Suhardin (PP Maju Jaya) menerima santunan meninggal dunia kecelakaan kerja Rp152juta.

Wapres menmbahkan diundangkannya PP Nomor 82/2019 tentang Perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) merupakan upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan paripurna kepada pekerja/buruh yang mangalami kecelakaan kerja dengan meningkatkan manfaat dan tidak adanya kenaikan iuran.

Baca Juga: Rp 29 Miliar Disalurkan untuk Santunan Warga Terdampak Pembangunan Jalur Ganda KA Segmen Gedebage-Haurpugur

Kenaikan manfaat tersebut berupa perawatan sesuai dengan medis, perawatan di rumah (Home Care) apabila pekerja tidak memungkinkan untuk dirawat di Rumah Sakit. "Selain itu, santunan berupa penggantian upah selama pekerja tidak mampu bekerja (STMB), beasiswa pendidikan untuk dua orang anak dari tingkat pra sekolah (TK) hingga Perguruan Tinggi bagi pekerja yang mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, " ujar Wapres.

Halaman:

Editor: Ade Bayu Indra


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah