Libatkan Asesor Independen dan SICAKAP, Jabar Jamin Independensi Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah

- 17 Desember 2020, 21:25 WIB
ADE MAMAD/"PR"KEPALA Sekolah SLB Negri Cileunyi Santi Komaladini (tengah) berdialog dengan anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat terkait keluhan drainase di SLB Negri Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (11/8/2020). Selain meninjau sejumlah prasarana sekolah, acara tersebut juga membahas terkait angaran pendidikan serta penerimaan Surat Keputusan Guru Honorer (non ASN) dari Gubernur Jawa Barat.
ADE MAMAD/"PR"KEPALA Sekolah SLB Negri Cileunyi Santi Komaladini (tengah) berdialog dengan anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat terkait keluhan drainase di SLB Negri Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (11/8/2020). Selain meninjau sejumlah prasarana sekolah, acara tersebut juga membahas terkait angaran pendidikan serta penerimaan Surat Keputusan Guru Honorer (non ASN) dari Gubernur Jawa Barat. /HARRY SURJANA/"PR"/

BERITA KBB - Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjamin independensi seleksi administrasi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) SMA/SMK/SLB di Jabar Tahun 2020.

Selain melibatkan tim asesor independen, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar menggunakan Sistem Informasi Calon Kepala Sekolah (SICAKAP) dalam proses seleksi sebagai bentuk transparansi.

Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi mengatakan, SICAKAP menjadi salah satu inovasi dalam proses seleksi BCKS SMA/SMK/SLB sekaligus untuk menjaga independensi.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan CInta Jumat 18 Desember, Al Menang!! Nino Mulai Ikhlaskan Reyna Diadopsi Al & Andin

"Ada kekosongan kepala sekolah sebanyak 214. Ada yang dikarenakan pensiun, ada yang dikarenakan meninggal dunia dan lain sebagainya," kata Dedi.

"Dengan SICAKAP, pertemuan tatap muka tim asesor dan panitia seleksi dapat dihindari. Ini menjadi inovasi kami guna menjaga independensi dan transparansi," tambahnya.

Dedi menjelaskan, seleksi BCKS terbagi menjadi dua pengelompokan tahapan. Kelompok pertama adalah kelompok pemberkasan. Berkas yang diunggah kandidat bakal diverifikasi oleh verifikator Kantor Cabang Dinas Pendidikan.

Baca Juga: Ini Impian Karir Kiper Persib Bandung I Made Wirawan, Made: Buffon Masih Bermain di Usia 42 Tahun

Kelompok kedua adalah kelompok asesmen. Tahapan ini berkaitan dengan asesmen model Pendidikan Sistem Among (PSA) dan strategi Critical Incident (CI), review 360, analisis pegawai terbaik berdasarkan data survei 360, serta vote oleh entitas pendidikan.

"Pengumunan seleksi administrasi sudah dilakukan pada 10 Desember kemarin. Kelulusan sementara bergantung kepada syarat adminsitrasi, syarat verifikasi, syarat pengisian minimal PSA dan CI, serta syarat review 360," ucapnya.

Terdapat 1.098 guru yang mengunggah berkas dalam proses seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, 414 guru dinyatakan lulus seleksi pemberkasan.

Baca Juga: Keluar-Masuk Jakarta Wajib Rapid Test Antigen, Begini Perbedaannya dengan Rapid Test Biasa

Mereka yang lulus pemberkasan akan memasuki seleksi asemen. Tim asesor akan menilai model PSA dan strategi CI yang telah disusun oleh pendaftar.

"Hasil penilaian tim asesor akan diserahkan kepada Disdik Jabar untuk dilakukan validasi. Setelah itu, kami terbitkan keputusan untuk mereka yang lulus seleksi administrasi," kata Dedi.

Kandidat yang lulus seleksi administrasi, menurut Dedi, akan menjalani tes substansi oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).

Baca Juga: Wowww!!!! Jungkook BTS Menambahkan Julukan Pria Teseksi di Dunia ke Dalam Daftar Prestasinya

"Januari 2021, kandidat yang lulus seleksi administrasi akan dikirim ke LPPKS untuk mengikuti tes substansi dan yang lulus tes substansi akan diikutkan ke diklat calon kepala sekolah selama tiga bulan," ucapnya.

"Setelah lulus diklat secara bertahap akan dilantik gubernur dan ditempatkan sesuai dengan kekosongan kepala sekolah yang ada di Jabar," imbuhnya.***

Editor: Ade Bayu Indra


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x