Angka Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit di Jabar Turun di Angka 81,94 Persen, Prokes Harus Tetap Dipatuhi

- 17 Juli 2021, 12:20 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyaksikan penyerahan bantuan berupa 70 tempat tidur rumah sakit dari BUMD Jabar kepada RS Dustira, Rabu, 7 Juli 2021.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyaksikan penyerahan bantuan berupa 70 tempat tidur rumah sakit dari BUMD Jabar kepada RS Dustira, Rabu, 7 Juli 2021. /Biro Adpim Jabar/Yogi P/

BERITA KBB - Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) kembali menurun sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan pada 3 Juli 2021.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar per Jumat, 16 Juli 2021 BOR rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar sebesar 81,94 persen. Sedangkan BOR rumah sakit sepekan sebelumnya atau pada Jumat, 9 Juli 2021 mencapai 87,87 persen.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, penurunan BOR tidak lepas dari upaya yang dilakukan semua pihak. Setidaknya, ada tiga strategi yang diambil Pemda Provinsi Jabar dalam menekan BOR rumah sakit rujukan COVID-19.

Baca Juga: Alhamdulillah, Pejuang Covid-19 di Jabar Dapat Hadiah Rumah dan Motor

"Pertama adalah pemanfaatan ruang isolasi desa supaya yang OTG dan gejala ringan tidak perlu ke rumah sakit. Kedua, menaikkan tempat tidur untuk COVID-19 dari jatah pasien umum," kata Emil, Jumat,  16 Juli 2021.

Strategi yang ketiga, kata Emil, adalah memindahkan pasien COVID-19 yang mau sembuh setelah mendapatkan penanganan dan perawatan di rumah sakit ke pusat pemulihan, seperti hotel dan gedung negara.

"Keterisian rumah sakit untuk pasien COVID-19 Jawa Barat, hari demi hari, menurun ke 83 persen dari puncaknya sempat 90,6 persen," ucap Emil.

Baca Juga: Sukses Jadi Inspirasi BTS, Tablo Epik High Bangga dengan Generasi Muda yang Positif

Emil pun mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk terus memperkuat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) 5M. Kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes amat penting untuk mencegah penularan COVID-19.

"Harus bisa seperti sebelum Lebaran, di mana keterisian RS COVID-19 bisa di bawah 30 persen. Kuncinya jaga prokes, karena prokes ibarat kita pake helm untuk kurangi potensi kecelakaan lalu lintas," katanya.***

Halaman:

Editor: Ade Bayu Indra


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x