INI PROFIL Benny Wenda, Tokoh Separatis yang Diangkat Jadi Presiden Republik Papua Barat

2 Desember 2020, 10:59 WIB
Benny Wenda. /Berita KBB/Twitter @BennyWenda

BERITA KBB – Tokoh separatis yang juga Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda menyatakan kemerdekaan Papua Barat pada Selasa, 1 Desember 2020 kemarin.

Seusai deklarasi tersebut, Benny Wenda dinobatkan sebagai Presiden sementara Republik Papua Barat (West Papua). Untuk mengukuhkan kemerdekaan rakyat Papua Barat, Benny Wenda aktif melakukan lobi-lobi internasional termasuk meminta dukungan dari Australia.

Menurut Benny, Papua Barat mutlak harus merdeka dari Indonesia lantaran dia menilai adanya diskriminasi dari pemerintah Indonesia terhadap rakyat di Papua Barat.

Baca Juga: Sojung Menangis Saat Berbicara tentang Meninggalnya Dua Anggota di Acara Sing Again

Baca Juga: Peramal Memperingatkan Heechul untuk tidak Menikah Selama 7 Tahun ke Depan, Inilah Alasannya

Benny Wenda sendiri lahir di Lembah Baliem, Irian Jaya pada 17 Agustus 1974. Sekitar tahun 1970, Wenda muda hidup di sebuah desa terpencil di kawasan Papua Barat.

Di sana, dia hidup bersama keluarga besarnya. Mereka hidup dengan bercocok tanam. Saat itu, dia merasa kehidupannya begitu tenang, "hidup damai dengan alam pegunungan." Kira-kira kalimat itulah yang dia rasakan.

Sampai satu saat sekitar tahun 1977, ketenangan hidup mereka mulai terusik dengan masuknya pasukan militer.

Baca Juga: Jadwal RCTI Rabu 2 Desember 2020, Ikatan Cinta Al dan Andin Makin Seru dan Bikin Baper!

Baca Juga: Kalah dari Shakhtar Donetsk 2-0 di Liga Champions Dan Terancam Gagal Lolos, Zidane Diujung Tanduk?

Saat itu, Benny Wenda mengklaim pasukan memperlakukan warga dengan keji. Benny menyebut di situsnya, salah satu dari keluarga menjadi korban hingga akhirnya meninggal dunia.

Mengutip Wikipedia, Wenda mengaku kehilangan satu kakinya dalam sebuah serangan udara di Papua. Tak ada yang bisa merawatnya sampai peristiwa pilu itu berjalan 20 tahun kemudian. Saat itu, keluarganya memilih bergabung dengan NKRI.

Kondisi demikian, harus diterima dan dihadapi Wenda. Tetapi rupanya, dia berusaha melawan pilihan orang-orang dekatnya.

Baca Juga: LINK Live Streaming FTV Lupa Tapi Cinta, Dibintangi Kenny Austin dan Larasati Nugroho

Singkat cerita, setelah era pemerintah Soeharto tumbang, gerakan referendum dari rakyat Papua yang menuntut pembebasan dari NKRI kembali bergelora.

Dan saat itu, Benny Wenda melalui organisasi Demmak (Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka), membawa suara masyarakat Papua.

Mereka menuntut pengakuan dan perlindungan adat istiadat, serta kepercayaan, masyarakat suku Papua. Mereka menolak apapun yang ditawarkan pemerintah Indonesia termasuk otonomi khusus.

Baca Juga: Tayang Sekarang! Live Streaming FTV Runaway Demi Cinta, Dibintangi Indah Permatasari dan Qausar

Baca Juga: Cara Mudah Mengecek Tanpa ke Bank Penerima Banpres dan Langkah-Langkah Agar Cair Dana BPUM

Lobi-lobi terus dia usahakan sampai akhirnya pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, pemberlakuan otonomi khusus adalah pilihan politik yang layak untuk Papua dan tak ada yang lain.

Saat itu sekitar tahun 2001, ketegangan kembali terjadi di tanah Papua. Operasi militer menyebabkan ketua Presidium Dewan Papua meninggal. Wenda terus berusaha memperjuangkan kemerdekaan Papua.

Pertentangan Wenda berbuntut serius. Dia kemudian dipenjarakan pada 6 Juni 2002 di Jayapura. Selama di tahanan, Wenda mengaku mendapatkan penyiksaan serius.

Baca Juga: Capricorn, Aquarius dan Pisces, Ini Ramalan Zodiak Kalian 2 Desember 2020

Dia dituduh berbagai macam kasus, Salah satunya disebut melakukan pengerahan massa untuk membakar kantor polisi, hingga harus dihukum 25 tahun penjara.

Kasus itu kemudian di sidang pada 24 September 2002. Wenda dan tim pembelanya menilai persidangan ini cacat hukum.

Pengadilan terus berjalan, sampai pada akhirnya Wenda dikabarkan berhasil kabur dari tahanan pada 27 Oktober 2002.

Baca Juga: Libra, Scorpio dan Sagitarius, Simak Nih Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 2 Desember 2020

Baca Juga: Berikut Data 6 Kendaraan dan Korban Meninggal Dunia di Kecelekaan Maut Tanjungsari, Sumedang

Dibantu aktivis kemerdekaan Papua Barat, Benny diselundupkan melintasi perbatasan ke Papua Nugini dan kemudian dibantu oleh sekelompok LSM Eropa untuk melakukan perjalanan ke Inggris di mana ia diberikan suaka politik.

Dan sejak tahun 2003, Benny dan istrinya Maria serta anak-anaknya memilih menetap di Inggris.
Pada tahun 2011, Pemerintah Indonesia pernah mengeluarkan Red Notice dan Surat Perintah Penangkapan Internasional untuk penangkapan Wenda karena melakukan sejumlah pembunuhan dan penembakan di Tanah Air. Wenda mengklaim, red notice itu sudah dicabut.***

 

Editor: Cecep Wijaya Sari

Tags

Terkini

Terpopuler